Kamis, 05 Maret 2009

orang orang bertudung payung

"Jangan bernapas dengan udaraku!"

Kau dengar kami saling meneriaki pagi ini?
Hatihati,
setiap orang menyimpan angin celaka
yang selalu berpusing tak jauh-jauh dari kepalanya
Masingmasing menutupinya dengan payung warna warni
Payungpayung yang selalu terkembang semarak dan ceria.
Yang namun di pangkal tangkainya akan kau temu
Bukubuku jemari kami biru kaku
: tangantangan yang mengepal mati

Ah, tapi kami suka tangan kami,
Dengan jemari terkunci seperti ini
Tak perlu bersalam selamat datang atau melambai untuk bermacam kepulangan
Cukup menggenggam tangkai payung masingmasing kuatkuat,
Dan kami akan selamat.
Asal tidak lupa naik bis kota dengan kaki kanan dan turun dengan kaki kiri
Sungguh kami tak perlu mengkuatirkan apaapa lagi.
Termasuk mengkuatirkan cinta seperti katamu
Siasia saja
Dia sudah gantung diri di menara kota dengan seluruh kabel listrik yang kami punya
Kota jadi mati lampu sejak itu
Tapi tak apalah kita bergelapgelap sedikit,
Kau tak keberatan bukan?

Nah, kalau begitu segera pilih payungmu sendiri,
Berdiri agak jauhjauh dari kami
Setelah itu, kita sepakat untuk tidak saling peduli
Jangan ada pertanyaan lagi
Atau lipat saja payungmu dan pergi.

8 komentar:

sayurs mengatakan...

sepakat
lets enjoy our each life
...

eL mengatakan...

@ sayurs :

hahahaha..

aroe mengatakan...

peng-kotak-an, batas maya antara ada dan tiada, hahahaha.....

nanoq da kansas mengatakan...

...pilih payungmu sendiri,
Berdiri agak jauhjauh dari kami
Setelah itu, kita sepakat untuk tidak saling peduli...

(jangan lupa, sampai jumpa di dusta berikutnya!)

Anonim mengatakan...

kulipat payung itu..., kuberikan ke kau. baru kemudian, setelah kau terima sembari bertanya, "mengapa?", aku Pergi... ke Hatiku sendiri...

eL mengatakan...

@ aroe :

kok tertawa?



@ nanoq da kansas :

ya, sampai jumpa. tapi aku berdoa semoga kita tidak bertemu di sana :)


@ anonim :

aku tidak akan bertanya "mengapa?", sebab aku tahu kenapa. dan apakah kau lihat aku berpayung? :)

hati yang penuh Cinta mengatakan...

kau tulis:

setiap orang menyimpan angin celaka
yang selalu berpusing tak jauh-jauh dari kepalanya

>oh, oh..., benarkah memang Setiap orang jika padahal..., angkau tahu..., aku Tidak

~sebagaimana engkau juga tidak berpayung bukan?

eL mengatakan...

@ hati yang penuh cinta :

aku tahu, aku tahu.

pppsssstt.. aku sedang berpurapura menjadi salah satu dari mereka untuk bisa tahu dan membuat catatan tentang mereka :)