Selasa, 30 Oktober 2007
kabut dan belukar
dalam kepalan tangan yang raguragu.
sementara kekinian hanya keteringatan keteringatan palsu,
aku memilih mengamini kabut
dan jatuh cinta pada belukar.................
271017
mungkin rindu?
padahal telah amat dangkal ceruk itu.
dua tahun kemarin, dengan tanganku sendiri kutumpahi lubuk ingatanku dengan bertruk-truk alasan dan kejadian yang dengannya kupikir sudah tak sisa ruang untuk mengingat-ingat lagi.
tapi sekarang,
inikah aku berdiri linglung di sini?
di kekeringan yg kuciptakan sendiri?
ada waktunya untuk tidak mengerti
: aku ini sedang tersesat
atau sedang pulang......?
Rabu, 24 Oktober 2007
ah! mimpiku jatuh
sepanjang musim,
sendiri saja mengakrabi dinginnya rasa lantai yang kikuk
tanpa angin, cuma segera berdebu dan mengantuk
dan ah! mimpiku jatuh!
selamat pagi
pun penggembala angin itu, semoga sudah juga meniupmu
dengan hembusan tak kasat matanya
yang membekukan mimpi-mimpi sebagai bongkahan es batu
dan akan leleh oleh matahari mangsa ke tiga
(biar aku tidak gigil sendiri pagi ini)
120706
0639
prelude perjalanan
jalan ini seragu petilasan mimpi
yang senja oleh silau sesiangan
segala yang nampaknya seperti ujung
ternyata hanya terus menikung
kelak kupunguti dedaun lelah
yang jatuh tanpa suara
-yang padanya kutitipkan lupa dan ingatan atas apa saja-
kemudian kusemat pada rerumputan kering ditepinya
dengan pulut pohon nangka
(mungkin salah sedikit pulut itu luput dari tanganku dan melaluimu?)
230607
1632
apa yang disebut pulang?
apa yang disebut pulang?
perkamen terakhir sebelum pemakaman?
waktu yang ditelikung kehitaman tak berpintu?
140607
1001
mungkin,
mungkin aku hanya ingin bercakap denganmu
melarut pada tawa yang riuh rendah
juga pada segala sedu dan keluh kesah
mungkin aku hanya ingin bercakap denganmu
dibeku pagi atau pekat gerhana yang berjelaga
mungkin aku hanya ingin bercakap denganmu
bahkan jika itu hanya dalam diam yang tak teraba-rasakan
130607
2328
