Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2007

relokasi

kemudian adalah kehitaman air selokan menggenangkan nyanyian nyanyian yang tidak pernah lelah kita sembahyangi

cuma suaranya surut,
bersama deru tanah urug,
gerobakgerobak dilempar ke truk


dinistakannya bakal tanak nasi besok
dipagari mimpi anakanak kita dengan lembarlembar seng rongsok

mereka jugakah yang sudah meminyaki langit sehingga doadoa jadi terlalu licin di tanganNya?

Senin, 10 Desember 2007

setapak yang hilang

aku menemukan setapak yang hilang pada angin ribut di matamu
belokan dan persimpangannya sengkarut benar!
habisi saja aku lewat televisi yang kau pukuli setiap hari
serapah yang memekakkan semua lubang

-kebencian yang kau unduh dari kolong tanpa bayangbayang-

lalu aku akan kembali pada gambargambar hitam putih dan pensil tumpul
bersimpul mati dengan tungku dan timba
bersama batubatu di belakang rumah menyambit awan awan rendah

biar!

hari sudah malam

aku lelah mendengar keluh bulan yang kehilangan wajah
sedangkan kau masih bersikeras melucuti perjamuan yang dingin

beberapa catatan musim menguning di dinding
beberapa terserakseruak sebagai lembarlembar asing
: ingatan ingatan yang menunggu dilempar ke perapian

tapi tetap akan kutuangkan limun,
air hujan yang asam
dan nanah di cawanmu
meski cuma untuk kau tumpahkan pada malam yang pingsan

oh, aku rindu menjadi ombak pada teluk yang mendamparkanmu bersama cerita dari negeri jauh

Selasa, 27 November 2007

surat untuk Nin

aku tahu kau masih menungguku di balik pintu, Nin
setelah anak anak pergi tidur
dengan kelelahan yang kau pilin pilin menjadi simpul

tapi kau tahu malam ini pun aku tak bisa pulang, Nin
terlalu terlambat untuk mengenali senja senja yang pernah kujanjikan
ketika hari masih sangat siang dulu
atau tentang bibit bibit ikan hias
dan tunas pisang yang kubawa dari gunung lemah kepadamu

ah, rumput macam apa yang sudah menumbuhi pelataran, Nin?

masihkah kau kesulitan menutup jendela di waktu malam seperti waktu kutinggalkan berpuluh purnama yang lalu?
sedangkan aku sudah lupa hari
dan menyerah untuk mengeja kata
rumah

maka biar kulipati nama anak-anak kita
-yang kian terasa payau di ujung lidah-
lalu kuselipkan di antara bilik bilik bedeng
dan kutabung bersama kesunyian..............

Sabtu, 03 November 2007

lebam (ku) ungu

aku mendengar pertanyaanku patah

meninggalkan lebam ungu pada seleret suar

sedang tergeragap dikepung udara

yang sudah tua

maka aku remuk

terjebak bentuk

sebagai remah remah

lupa arah

sedang kau tiup dari atap jauh di atas tanah

jatuh tanpa terdengar sesiapa

tak sisa jejak apa apa

selain sebagai si terlambat

yang tak pernah sempat

tinggal warna biru masih terjebak di ketinggian

menunggu kau tiup

kemudian

Rabu, 31 Oktober 2007

katakatamu (habisku)

lariklarik itu sudah menjelma semacam suamsuam kuku yang tak ingin

moksa dalam remang tak terpermanai

noktah yang dibaca sebagai tanpa

tak rasa akan apa


Selasa, 30 Oktober 2007

kabut dan belukar

dan malam lisut

dalam kepalan tangan yang raguragu.

sementara kekinian hanya keteringatan keteringatan palsu,

aku memilih mengamini kabut

dan jatuh cinta pada belukar.................




271017

Rabu, 24 Oktober 2007

ah! mimpiku jatuh

sepanjang musim,


pikirku adalah kursi kayu yang tertekuk

sendiri saja mengakrabi dinginnya rasa lantai yang kikuk

tanpa angin, cuma segera berdebu dan mengantuk

dan ah! mimpiku jatuh!

selamat pagi

pun penggembala angin itu, semoga sudah juga meniupmu

dengan hembusan tak kasat matanya

yang membekukan mimpi-mimpi sebagai bongkahan es batu

dan akan leleh oleh matahari mangsa ke tiga

(biar aku tidak gigil sendiri pagi ini)

120706

0639

prelude perjalanan

jalan ini seragu petilasan mimpi

yang senja oleh silau sesiangan

segala yang nampaknya seperti ujung

ternyata hanya terus menikung

kelak kupunguti dedaun lelah

yang jatuh tanpa suara

-yang padanya kutitipkan lupa dan ingatan atas apa saja-

kemudian kusemat pada rerumputan kering ditepinya

dengan pulut pohon nangka

(mungkin salah sedikit pulut itu luput dari tanganku dan melaluimu?)

230607

1632

apa yang disebut pulang?

apa yang disebut pulang?

perkamen terakhir sebelum pemakaman?

waktu yang ditelikung kehitaman tak berpintu?


140607

1001

mungkin,

mungkin aku hanya ingin bercakap denganmu

melarut pada tawa yang riuh rendah

juga pada segala sedu dan keluh kesah

mungkin aku hanya ingin bercakap denganmu

dibeku pagi atau pekat gerhana yang berjelaga

mungkin aku hanya ingin bercakap denganmu

bahkan jika itu hanya dalam diam yang tak teraba-rasakan

130607

2328

Senin, 01 Oktober 2007

lalu dengan apa

Pahamkan aku akan ketaksudahan sajak sajak mendedah kepekatan nanah atas luka usia lalu membedaki mimpi mimpi kuyu pada sebuah kenisbian cerita yang terdengar jauh

Aku tahu kau hendak sudah, mencermati isyarat setengah mati yang tak tertelaah lalu dengan apa harus kukemasi kata kata dan air
dari mata yang lelah biar tak mudah tumpah?

300907

23.05