Rabu, 31 Oktober 2007

katakatamu (habisku)

lariklarik itu sudah menjelma semacam suamsuam kuku yang tak ingin

moksa dalam remang tak terpermanai

noktah yang dibaca sebagai tanpa

tak rasa akan apa


Selasa, 30 Oktober 2007

kabut dan belukar

dan malam lisut

dalam kepalan tangan yang raguragu.

sementara kekinian hanya keteringatan keteringatan palsu,

aku memilih mengamini kabut

dan jatuh cinta pada belukar.................




271017
kudapati ada yang sengaja tersesat lagi, demi sesuatu yang memanggilmanggil seperti keriut derit pintu rumah ibu,
mungkin rindu?
padahal telah amat dangkal ceruk itu.
dua tahun kemarin, dengan tanganku sendiri kutumpahi lubuk ingatanku dengan bertruk-truk alasan dan kejadian yang dengannya kupikir sudah tak sisa ruang untuk mengingat-ingat lagi.
tapi sekarang,
inikah aku berdiri linglung di sini?
di kekeringan yg kuciptakan sendiri?

ada waktunya untuk tidak mengerti
: aku ini sedang tersesat
atau sedang pulang......?

Rabu, 24 Oktober 2007

ah! mimpiku jatuh

sepanjang musim,


pikirku adalah kursi kayu yang tertekuk

sendiri saja mengakrabi dinginnya rasa lantai yang kikuk

tanpa angin, cuma segera berdebu dan mengantuk

dan ah! mimpiku jatuh!

selamat pagi

pun penggembala angin itu, semoga sudah juga meniupmu

dengan hembusan tak kasat matanya

yang membekukan mimpi-mimpi sebagai bongkahan es batu

dan akan leleh oleh matahari mangsa ke tiga

(biar aku tidak gigil sendiri pagi ini)

120706

0639

prelude perjalanan

jalan ini seragu petilasan mimpi

yang senja oleh silau sesiangan

segala yang nampaknya seperti ujung

ternyata hanya terus menikung

kelak kupunguti dedaun lelah

yang jatuh tanpa suara

-yang padanya kutitipkan lupa dan ingatan atas apa saja-

kemudian kusemat pada rerumputan kering ditepinya

dengan pulut pohon nangka

(mungkin salah sedikit pulut itu luput dari tanganku dan melaluimu?)

230607

1632

apa yang disebut pulang?

apa yang disebut pulang?

perkamen terakhir sebelum pemakaman?

waktu yang ditelikung kehitaman tak berpintu?


140607

1001