lariklarik itu sudah menjelma semacam suamsuam kuku yang tak ingin
moksa dalam remang tak terpermanai
noktah yang dibaca sebagai tanpa
tak rasa akan apa
sebuah isyarat istirahat yang mudah
lariklarik itu sudah menjelma semacam suamsuam kuku yang tak ingin
moksa dalam remang tak terpermanai
noktah yang dibaca sebagai tanpa
tak rasa akan apa
sepanjang musim,
sendiri saja mengakrabi dinginnya rasa lantai yang kikuk
tanpa angin, cuma segera berdebu dan mengantuk
dan ah! mimpiku jatuh!
pun penggembala angin itu, semoga sudah juga meniupmu
dengan hembusan tak kasat matanya
yang membekukan mimpi-mimpi sebagai bongkahan es batu
dan akan leleh oleh matahari mangsa ke tiga
(biar aku tidak gigil sendiri pagi ini)
120706
0639
jalan ini seragu petilasan mimpi
yang senja oleh silau sesiangan
segala yang nampaknya seperti ujung
ternyata hanya terus menikung
kelak kupunguti dedaun lelah
yang jatuh tanpa suara
-yang padanya kutitipkan lupa dan ingatan atas apa saja-
kemudian kusemat pada rerumputan kering ditepinya
dengan pulut pohon nangka
(mungkin salah sedikit pulut itu luput dari tanganku dan melaluimu?)
230607
1632
apa yang disebut pulang?
perkamen terakhir sebelum pemakaman?
waktu yang ditelikung kehitaman tak berpintu?
140607
1001