ia bisu,
seperti waktu
diberati belenggu di kaki,
memaksa melihat kepada langit
menahan payung dari amuk angin barat
demi nyala bulan kembar tiga di tangan kanannya
perempuan pasi dengan senyum sempurna
perempuan masai dengan duka tanpa purna
ia luka,
seperti waktu
: mencintai batu
Minggu, 21 September 2008
Jumat, 19 September 2008
Kamis, 04 September 2008
padamu
angin minggu pagi ini
menggambar rindu
sewarna kelopak tapak dara
di sepanjang jalan sampai beranda baca-mu
-peta buta yang sulit kupercaya-
310808
menggambar rindu
sewarna kelopak tapak dara
di sepanjang jalan sampai beranda baca-mu
-peta buta yang sulit kupercaya-
310808
Kamis, 07 Agustus 2008
perhentian yang lupa
semestinya
telapak tanganmu lah perhentian itu
rumah bagi sajaksajak yang berlarian
dan bermain di ayunan
tapi rupanya kau cuma ingin menadah hujan
tengadah
dan melupakan tanah
tak ingat kah, pada pesan bintik matahari yang dititipkan di punggung lebah?
musim kering,
selalu menolak dipenggah
telapak tanganmu lah perhentian itu
rumah bagi sajaksajak yang berlarian
dan bermain di ayunan
tapi rupanya kau cuma ingin menadah hujan
tengadah
dan melupakan tanah
tak ingat kah, pada pesan bintik matahari yang dititipkan di punggung lebah?
musim kering,
selalu menolak dipenggah
Selasa, 05 Agustus 2008
bunyi
kata katamu tak terlawan
"aku benar menjaga mu bukan?"
aku mengangguk rawan
memainkan segemerincing anak kunci di tangan kanan
: m e m p e l a j a r i b u n y i k e b o h o n g a n
"aku benar menjaga mu bukan?"
aku mengangguk rawan
memainkan segemerincing anak kunci di tangan kanan
: m e m p e l a j a r i b u n y i k e b o h o n g a n
Senin, 30 Juni 2008
sungai yang berhulu di bulan
aku menemukan sungai yang berhulu di bulan
biar jadi arus untukku melarungkan rindu
karena bayanganmu sudah pecah jadi garis garis biru.
seumpama hari sudah jadi lebih teduh nanti,
aku tahu kau akan pulang lagi
dengan senyum kikuk itu
dan tipis kaca kaca di matamu
meski mungkin kau tak akan menatap lebih lama,
karena ikan ikan berlari
dan anak angsa berenang cepat sekali.
aku menemukan sungai yang berhulu di bulan
dengan sebuah perahu kertas hanyut tenang
menghitung mundur menuju tenggelam
: hatiku
biar jadi arus untukku melarungkan rindu
karena bayanganmu sudah pecah jadi garis garis biru.
seumpama hari sudah jadi lebih teduh nanti,
aku tahu kau akan pulang lagi
dengan senyum kikuk itu
dan tipis kaca kaca di matamu
meski mungkin kau tak akan menatap lebih lama,
karena ikan ikan berlari
dan anak angsa berenang cepat sekali.
aku menemukan sungai yang berhulu di bulan
dengan sebuah perahu kertas hanyut tenang
menghitung mundur menuju tenggelam
: hatiku
Langganan:
Postingan (Atom)
