Kamis, 07 Agustus 2008

perhentian yang lupa

semestinya

telapak tanganmu lah perhentian itu

rumah bagi sajaksajak yang berlarian
dan bermain di ayunan

tapi rupanya kau cuma ingin menadah hujan

tengadah
dan melupakan tanah

tak ingat kah, pada pesan bintik matahari yang dititipkan di punggung lebah?

musim kering,
selalu menolak dipenggah

Selasa, 05 Agustus 2008

bunyi

kata katamu tak terlawan

"aku benar menjaga mu bukan?"

aku mengangguk rawan
memainkan segemerincing anak kunci di tangan kanan

: m e m p e l a j a r i b u n y i k e b o h o n g a n

tanpa suara

sebab kau mata lentera

aku menabuh malam
dengan tanpa perlu

suara

Senin, 30 Juni 2008

sungai yang berhulu di bulan

aku menemukan sungai yang berhulu di bulan

biar jadi arus untukku melarungkan rindu
karena bayanganmu sudah pecah jadi garis garis biru.

seumpama hari sudah jadi lebih teduh nanti,
aku tahu kau akan pulang lagi
dengan senyum kikuk itu
dan tipis kaca kaca di matamu
meski mungkin kau tak akan menatap lebih lama,
karena ikan ikan berlari
dan anak angsa berenang cepat sekali.


aku menemukan sungai yang berhulu di bulan

dengan sebuah perahu kertas hanyut tenang
menghitung mundur menuju tenggelam

: hatiku

Senin, 16 Juni 2008

sajak memotong jalan

mungkin ku halau saja angin
matahariku sudah dingin
takkan sampai padaku bayanganmu sekalipun
setelah kau pecahkan cermin terakhir kemarin

mungkin kucegah saja mimpi mimpi
biar pagi tak menampariku lagi
dan aku bisa tetap jaga meski tanpa bunyibunyi

baik,
mungkin kupotong saja jalan ini
belok ke kiri sambil bernyanyinyanyi
kemudian barangkali

aku akan bisa sedikit berjarak dengan sunyi

Rabu, 28 Mei 2008

selewat angin

sudah kukira
tak kan jauh jauh dari sini juga

ku tuliskan cerita yang panjang
dan cuma kau angin anginkan
bersama saputangan
dan sepatu tua
yang tak pernah terlalu ingin kau selamatkan
ketika hari tiba tiba hujan

aku
masih setia melawati senja
dengan menghitung langkah yang dulu selalu menujumu
dan tak pernah sampai kemanamana
cuma selalu menemukanmu
sedang dengan suntuk menutupi buku buku yang terbuka

di halaman yang menanam jejakmu:
daun daun diam diam menguning

cinta cuma selewat angin

Senin, 05 Mei 2008

matahariku padam

matahariku padam
tenggelam di pelupuk matamu yang tibatiba menghujan

kenapa?

mungkin karena kau pulang setelah bertahuntahun
ufuk cakrawala terpejam..

(jawabmu sedih sambil menutup pintu
pelanpelan...)

matahariku padam sempurna
hidupku kemudian seluruhnya adalah malam dan malam saja

biar ku tak kan pernah kembali
demi agar kau tak selalu menangisi pagi

setiap ketika kau buka jendela
dan menemu sisa uap nafasku sebagai embun di kaca
cukup kau tahu

: ada yang setia menunggu
dan selalu tak sampai hati mengetuk pintu